Blog Post

Ingin Merubah CV Menjadi PT? Perhatikan 7 Hal Ini

pengurusan ijin usaha, biro jasa perizinan, jasa pengurusan CV Menjadi PT

GAPURAOFFICE – Hai sobat Gapura! Persekutuan Komanditer (CV) banyak diminati pelaku usaha karena dalam pendiriannya CV tidak ada minimal modal disetor. Sedangkan untuk pendirian Perseroan Terbatas (PT), memerlukan adanya minimal modal disetor.

Biasanya, pelaku usaha demi memenuhi legalitas usahanya lebih memilih CV terlebih dahulu. Dan ketika usaha yang dijalankan itu telah berkembang menjadi lebih besar, membuat banyak pengusaha berkeinginan untuk mengubah CV menjadi PT, dikarenakan ada beberapa hal yang hanya dapat dilakukan oleh PT, seperti adanya alasan hukum ketentuan izin usaha.

Namun, melakukan perubahan dari CV menjadi PT bukanlah perkara yang mudah. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pelaku usaha dalam proses mengubah CV menjadi PT. Di antaranya adalah sebagai berikut :

1. Perlu Persetujuan Seluruh Sekutu

Dalam CV dikenal adanya istilah sekutu aktif dan sekutu pasif. Dimana sekutu aktif dan sekutu pasif memiliki tugasnya masing-masing untuk mengembangkan CV. Sehingga pada saat CV ingin diubah menjadi PT, maka seluruh sekutu CV harus melakukan rapat terlebih dahulu.

Jika seluruh sekutu telah sepakat untuk mengubah CV menjadi PT, maka langkah selanjutnya hasil rapat yang telah ditulis dijadikan berita acara. Berita acara tersebut menyatakan persetujuan seluruh sekutu untuk mengubah CV menjadi PT.

2. Menyelesaikan Semua Perikatan Yang Telah Dilakukan Oleh Sekutu CV Dengan Pihak Ketiga

Sekutu CV harus menyelesaikan terlebih dahulu semua hak dan kewajiban yang belum diselesaikan kepada pihak ketiga. Karena jika hak dan kewajiban belum diselesaikan, maka sekutu CV tidak dapat melakukan pengakhiran CV.

3. Revaluasi Aset dan Penyesuaian Anggaran Dasar

Perlu diketahui, bahwa CV bukanlah badan hukum dimana pertanggung-jawaban pendirinya tidak terdapat pemisahan harta kekayaan.

Oleh karena itu, diperlukan revaluasi aset agar dapat mengetahui kekayaan dari CV yang terpisah dari sekutunya. Revaluasi aset ini dilakukan dengan melakukan penilaian kembali aset milik CV. Sebaiknya, penilaian revaluasi aset dilakukan oleh akuntan publik agar mendapatkan jumlah nilai aset CV secara tepat.

Sehingga nantinya para sekutu dapat memutuskan, apakah aset tersebut akan dimasukan seluruhnya sebagai modal dasar PT dan besarnya saham masing-masing pemegang saham PT atau tidak.

4. Membuat Akta Pendirian PT

Akta Pendirian PT ini memuat anggaran dasar dan keterangan lainnya yang berkaitan dengan pendirian PT (Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas (UU PT)).

5. Mengajukan Permohonan Kepada Menteri Hukum dan HAM

Setelah membuat Akta Pendirian PT, maka para sekutu yang menjadi pendiri PT bersama-sama mengajukan permohonan melalui jasa teknologi informasi sistem administrasi badan hukum secara elektronik kepada Menteri Hukum dan HAM (Pasal 9 ayat (1) UU PT).

6. Pengumuman Berita Negara

Setelah mendapatkan pengesahan oleh Menteri Hukum dan HAM, maka PT telah memperoleh status badan hukumnya. Kemudian Meteri Hukum dan HAM akan melakukan pendaftaran PT tersebut dan mengumumkannya dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia (Pasal 30 ayat (1) UU PT).

7. Pengikutsertaan Perbuatan Hukum CV ke PT

Jika sekutu CV yang telah menjadi pendiri PT ingin mengikutsertakan perbuatan hukum CV sebelumnya ke dalam PT, maka harus dinyatakan secara tegas dalam RUPS pertama PT. Sehingga PT dapat menerima atau mengambil alih semua hak dan kewajiban hukum yang dilakukan oleh para pendiri PT. Hal tersebut harus diperhatikan ketika pelaku usaha ingin mengubah CV menjadi PT.

Tentunya dalam mengurus perubahan CV menjadi PT tidaklah semudah mendirikan PT baru. Sehingga pelaku usaha yang ingin mengurus pendirian badan usaha, sebaiknya memperhatikan rencana awal dari usaha yang dijalankan agar tidak mengalami kesulitan saat mulai berkembang besar.

Selanjutnya, harus dibuat keputusan terhadap status CV tersebut. Dengan adanya PT sebagai badan hukum yang baru, maka NPWP dan Izin Usaha dari CV masih berlaku. Opsinya adalah, melakukan likuidasi terhadap CV tersebut atau melaporkan non aktif CV tersebut.

Itulah sedikit ulasan mengenai beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pelaku usaha dalam proses mengubah CV menjadi PT.

Nah, salah satu jasa pendirian CV dan PT yang dapat membantu mengurus aspek legalitas usaha baru Anda adalah Gapura Office atau Virtual Officeku.

Gapura Office adalah salah satu jasa pembuatan CV dan Virtual Office terpercaya di Indonesia yang menyediakan jasa lengkap dalam pembukaan bisnis baru. Mulai dari pembuatan PT dan CV murah, hingga pengurusan Akta Notaris dan surat-surat lainnya.

Tidak hanya itu saja, Virtual Officeku juga menyediakan layanan sewa Virtual Office yang terdapat di beberapa lokasi di Jakarta dan Tangerang yang dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa Anda peroleh melalui website official kami di https://www.virtualofficeku.co.id/.