Blog Post

Kebijakan Terbaru Terkait Modal Mendirikan PT (Perusahaan)

Mendirikan PT Akta CV Membangun Perusahaan

GAPURAOFFICE – Hai sobat Gapura! Dengan pertimbangan untuk memberikan kemudahan dalam mendirikan usaha, maka Pemerintah secara resmi menghapus kewajiban modal minimum dalam pendirian Perseroan Terbatas (PT). Peraturan Pemerintah No.29 Tahun 2016 tentang Perubahan Modal Dasar Perseroan Terbatas menjadi dasar hukumnya.

Kebijakan baru tersebut berarti pelaku usaha tidak harus memiliki modal minimal Rp 50 Juta sebagai modal dasar dalam pendirian PT, seperti yang telah diatur pada Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT).

Pasal 1 Ayat 3 PP 29 tahun 2016 menegaskan kalau besaran modal dasar Perseroan Terbatas ditentukan sesuai dengan kesepakatan para pendirinya.

Sebagai perusahaan, tentunya PT membutuhkan modal dasar sesuai bidang usahanya masing-masing. Namun, dengan peraturan terbaru tersebut, maka Anda tidak lagi harus menyiapkan Rp 50 Juta agar bisa mendirikan perusahaan sendiri.

Nah, apabila sudah diputuskan kesepakatan oleh para pendirinya, nantinya sebesar 25 persen harus disetorkan ke rekening perusahaan. Jadi, modal yang disetorkan tersebut sebagai cerminan kepemilikan saham yang dimiliki oleh para pendiri PT.

Contohnya, Anda mendirikan PT bersama dengan rekan, dengan modal dasar sebesar Rp 20 Juta. Jadi, yang harus disetorkan ke rekening bank sebanyak Rp 5 Juta. Kemudian, Anda dan rekan sepakat untuk membagi kepemilikan saham dengan komposisi 70 persen dan 30 persen. 

Jadi, Anda harus menempatkan Rp 3,5 Juta (70 persen dari Rp 5 Juta), dan rekan harus menempatkan dana Rp 1,5 Juta (30 persen dari Rp 5 Juta).

Setiap nominal uang tersebut harus dinyatakan dalam bentuk lembar saham. Jadi, Anda dan rekan harus menetapkan besaran nilai untuk satu lembar saham perusahaannya. Misalnya, satu lembar saham ditentukan senilai Rp 100. Dengan begitu, Anda memiliki Rp 35 Ribu lembar saham. Sedangkan rekan Anda memiliki Rp 15 Ribu lembar saham.

Bisa juga nilai satu lembar sahamnya sebesar Rp 1.000. Jadi, Anda memiliki 3.500 lembar saham. Sedangkan rekan berhak mendapatkan 1.500 lembar saham.

Karena baru Rp 5 Juta saja yang disetorkan di bank, padahal modal dasarnya sudah ditetapkan Rp 20 Juta, maka masih terdapat Rp 15 Juta yang belum disetorkan.

Nah, jumlah tersebut bisa Anda tawarkan ke para pemegang saham, yakni Anda dan rekan. Namun, jika tidak ada yang berminat mengambil bagian tersebut, maka bisa ditawarkan kepada pihak ketiga atau orang yang berminat untuk membeli saham perusahaan Anda.

Lalu, bagaimana kalau perusahaan Anda ingin meningkatkan modal dasar?

Peningkatan modal dasar PT akan melibatkan perubahan jumlah nominal yang tertera pada akta pendirian, dan kepemilikan jumlah sahamnya. Untuk itu, Anda harus melakukan perubahan anggaran dasar perusahaan di hadapan Notaris.

Jadi, penting dipahami kalau Anda ingin menambah jumlah saham PT atau ada investor baru yang berminat menjadi pemegang saham, maka diperlukan perubahan modal dasar di Akta atau anggaran dasar PT-nya.

Namun, kalau hanya ingin menambah modal usaha untuk mengembangkan bisnis, maka tidak perlu melakukan perubahan anggaran dasar. Oleh karena Akta Pendirian dan anggaran dasar merupakan satu kesatuan Akta yang diterbitkan oleh Notaris, dan sekaligus memiliki fungsi sebagai identitas bagi PT bersangkutan.

Itulah sekilas gambaran terkait dengan kebijakan terkait dengan Modal Pendirian PT.

Nah, jika Anda tertarik ingin menjadi pengusaha dan memiliki perusahaan sendiri, namun Anda merasa kesulitan untuk mengurus semua itu, maka Gapura Office atau Virtual Officeku dapat menjadi pilihan utama Anda.

Anda dapat menggunakan Jasa Pendirian Perusahaan (PT atau CV) dari Gapura Office. Jadi, jika Anda tertarik, Anda bisa langsung Hubungi Kami untuk mendapatkan informasi lengkap dan konsultasi GRATIS untuk pendirian perusahaan Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa Anda peroleh melalui website official kami di https://www.virtualofficeku.co.id/.