Blog Post

Klasifikasi Pendaftarkan Hak Paten Merek Berdasarkan Kelas

Hak Paten Merek

GAPURAOFFICE – Hai sobat Gapura! Dengan semakin pesatnya industri perdagangan, suatu merek memiliki peranan penting dalam merebut minat pasar. Sebagai penanda produk, merek memiliki suatu valuasi khusus yang mampu merepresentasikan produk dan membedakannya dengan produk-produk lain.

Oleh karena itu, pendaftaran merek menjadi suatu urgensi dalam kegiatan bisnis untuk mendukung pemasaran dan mempertahankan reputasi dari produk yang dipasarkan.

Pengertian Merek

Berdasarkan Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, dapat diketahui bahwa merek memiliki pengertian sebagai tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa :

  • Gambar.
  • Logo.
  • Nama.
  • Kata.
  • Huruf.
  • Angka.
  • Susunan warna
  • Dalam bentuk 2 (dua) dimensi dan/atau 3 (tiga) dimensi.
  • Suara dan Hologram, atau kombinasi dari 2 (dua) atau lebih dari unsur tersebut untuk membedakan barang dan/atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan/atau jasa.

Singkatnya, merek merupakan tanda yang dikenal oleh konsumen sebagai tanda pada suatu barang. Nah, berdasarkan penjelasan tersebut merek tidak hanya berbentuk nama saja, namun juga bisa berupa gambar, logo, kata, huruf, angka baik dalam bentuk 2 dan/atau 3 dimensi.

Bahkan suara dan hologram atau kombinasi dari 2 (dua) atau lebih unsur tersebut termasuk merek yang bisa Anda daftarkan.

Jenis-Jenis Merek

Di dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 membagi merek menjadi 2 jenis, yaitu :

1. Merek Dagang.

Merek dagang adalah Merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan untuk membedakan dengan barang sejenis lainnya.

2. Merek Jasa.

Adapun merek jasa adalah Merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan untuk membedakan dengan jasa sejenis lainnya.

Kedua jenis merek tersebut diklasifikasikan lagi menjadi 45 Kelas. Yang dibagi menjadi, sebagai berikut :

  • Kelas Barang: Kelas 1 – Kelas 34 (34 kelas).
  • Kelas Jasa: Kelas 35 – Kelas 45 (11 kelas)

Untuk Kelas Barang, dapat dirinci lagi, yaitu :

  • Kelas 1 – 5: Kelas industri kimiawi dan industri terkait.
  • Kelas 6 – 14: Bahan mentah berbentuk logam dan produksi terkait.
  • Kelas 15 – 21: Kelas barang hasil teknologi.
  • Kelas 22 – 27: Kelas tekstil.
  • Kelas 28: Mainan anak, produk olahraga, dan permainan dewasa.
  • Kelas 29 – 34: Kelas untuk makanan, minuman, dan produk tembakau.

Untuk Kelas Jasa, dapat dirinci lagi, yaitu :

  • Kelas 35: Periklanan, manajemen dan administrasi usaha dan fungsi kantor.
  • Kelas 36: Asuransi, urusan keuangan, dan urusan real estate.
  • Kelas 37: Konstruksi bangunan, perbaikan, dan jasa instalasi.
  • Kelas 38: Telekomunikasi.
  • Kelas 39: Transportasi dan Perjalanan.
  • Kelas 40: Penanganan Material.
  • Kelas 41: Pendidikan, Hiburan, serta Olahraga dan Kesenian.
  • Kelas 42: Penelitian dan Teknologi.
  • Kelas 43: Makanan dan Minuman.
  • Kelas 44: Medis.
  • Kelas 45: Hukum dan Keamanan.

Setiap kelas tersebut kemudian terbagi lagi menjadi beberapa Sub-Kelas. Untuk dapat mengetahui secara lengkap pembagian kelas barang dan kelas jasa beserta Sub-Kelasnya, Anda dapat mengunjungi website Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) di http://skm.dgip.go.id/.

Sanksi Jika Salah Pilih Kelas Merek

Perlu diingat bahwa dalam melakukan pengisian kelas dan jenis-jenis barang dan/atau jasa tersebut, maka pemohon harus berhati-hati dan teliti. Apabila pemohon dalam hal pengisian kelas dan jenis barang dan/atau jasa tidak  sesuai  dengan klasifikasi barang dan/atau jasa, maka akibatnya adalah Menteri Hukum dan HAM melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dapat mencoret jenis barang dan/atau jasa dalam formulir yang dimohonkan.

Untuk itu, sebelum mengisi kolom Kelas Merek pada permohonan pendaftaran merek, terlebih dahulu Anda harus menentukan Kelas Merek apa yang sesuai dengan bisnis Anda. Banyaknya Kelas tentu akan menyulitkan, namun ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk memilih Kelas Merek.

Berikut cara menentukan dan memilih Kelas Merek :

1. Tentukan Bidang Usaha/Bisnis.

Sebagaimana dijelaskan di awal, Kelas Merek terbagi menjadi Kelas Barang dan Kelas Jasa. Sehingga Anda harus menentukan terlebih dahulu bisnis Anda menghasilkan barang atau memberikan jasa.

2. Pahami Model Bisnis Yang Dijalankan.

Hal ini karena untuk suatu merek, dapat didaftarkan lebih dari 1 (satu) Kelas Merek. Bisa saja dalam merek yang Anda daftarkan tersebut terdapat beberapa model bisnis yang dijalankan.

Misalnya, seperti bisnis kopi, bisa dimasukkan pada Kelas 35 (penjualan di booth) dan Kelas 43 (penjualan berbentuk kafe).

3. Tentukan Kata Kunci Bisnis Anda.

Dengan menentukan kata kunci pada bisnis, maka Anda dapat mengetahui kelas apa saja yang dapat dimasukkan untuk bisnis Anda. Hal ini karena di website http://skm.dgip.go.id/ menyediakan alat pencarian kelas berdasarkan kata yang Anda masukkan.

Contohnya, jika kata kunci bisnis Anda adalah “Gapura”, maka akan terlihat bahwa “Gapura” terdapat dalam kelas 29, 30, 32, 35, dan 43 beserta Sub-Kelasnya.

Keuntungan Mendaftarkan Merek

Keuntungan dari pendaftaran merek yaitu dapat berfungsi sebagai berikut :

1. Sebagai alat bukti bagi pemilik yang berhak atas merek yang didaftarkan.

2. Dasar penolakan terhadap merek yang sama secara keseluruhan atau sama pada pokoknya yang dimohonkan pendaftaran oleh orang lain untuk barang/jasa sejenisnya.

3. Dasar untuk mencegah orang lain menggunakan merek yang sama secara keseluruhan atau sama pada pokoknya dalam peredaran untuk barang/jasa sejenisnya.

Itulah klasifikasi pendaftarkan Hak Paten Merek berdasarkan Kelas. Untuk itu, Anda perlu segera mendaftarkan merek ketika sudah mengetahui barang atau jasa yang ingin Anda komersialkan. Setidaknya, ketika Anda merasa barang dan/atau jasa yang hendak dikomersilkan memiliki keunikan dan manfaat tersendiri maka pendaftaran merek berguna untuk mendapat perlindungan hukum. Mengingat sistem perlindungan merek di Indonesia menganut sistem pendaftar pertama (first to file principle).

Jangan sampai ketika bisnis Anda sudah besar dan sudah memiliki banyak konsumen, merek Anda telah didaftarkan oleh orang lain. Tentunya selain kerugian secara finansial, tentu Anda juga akan kerugian secara branding.

Bagaimana, masih kesulitan mengajukan permohonan merek? Kami dari Gapura Office atau Virtual Officeku dapat membantu Anda.

Di Gapura Office, Anda bisa mendaftarkan Hak Paten Merek (HPM) dengan mudah, cepat, transparan, dan pastinya terjangkau. Semua pelayanan tersebut akan Anda dapatkan hanya dalam satu paket Biaya Jasa Pengurusan HPM. Dengan didukung dengan tenaga ahli yang berpengalaman dan profesional, kami akan membantu Anda untuk mendaftarkan HPM dengan mudah.

Keunggulan dari perusahaan kami adalah perizinan yang tidak sulit, Izin Usaha yang lengkap, mudahnya mendapatkan perizinan, dan Konsultasi hukum pada orang yang ahli.

Jadi, segera legalitaskan brand atau merek Anda hanya di Gapura Office, dan dapatkan layanan pengurusan legalitas perizinan dan pendirian perusahaan Anda dengan cepat dan profesional.

Diskusikan pada kami terkait badan usaha yang ingin Anda dirikan. Kami siap menjadi partner Anda dalam mendirikan badan usaha yang Anda inginkan. Silahkan menghubungi tim Marketing kami DI SINI untuk mendapatkan informasi lebih lengkap dan konsultasi GRATIS untuk pendirian perusahaan Anda.

Jangan ragu menggunakan Biro Jasa kami, karena perusahaan kami adalah Biro Jasa Perizinan Usaha yang terpercaya dan profesional.

Biarkan kami yang bekerja untuk Anda, dan dengan senang hati kami akan melayani Anda. Kami akan melayani dengan cepat dan berpengalaman. So, start your business right bersama Virtual Officeku!

×

Hello!

Selamat datang di Virtual Officeku (Gapura Office) silahkan kirim pesan WhatsApp ke kontak yang tersedia di bawah ini atau email ke info@garudaoffice.com untuk informasi lanjut mengenai layanan kami, Terimakasih!

× Live Chat
?>