Blog Post

Punya Usaha UMKM? Jangan Lupa Pajak Ini

UMKM

GAPURAOFFICE – Hai sobat Gapura! Sebagai warga negara yang baik, kita tentu perlu membayar pajak. Tak hanya pribadi, perusahaan atau badan usaha pun wajib membayar pajak. Sebab, berdasarkan UU No 6 Tahun 1983, pajak merupakan kontribusi wajib ke negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa. Lantas, bagaimana dengan UMKM?

Sebagai bentuk dari badan usaha, UMKM juga wajib membayar pajak. Berdasarkan UU No 36 tahun 2008, tentang Pajak Penghasilan (PPh), setiap orang yang memiliki warisan belum terbagi dan bentuk usaha, tetap kena PPh.

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang Anda punya, sebelumnya perlu didaftarkan terlebih dahulu ke Kantor Pelayanan Pajak untuk mendapatkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT). Nah, di SKT itulah disebutkan pajak apa saja yang akan dikenakan dan harus Anda bayar.

Pajak yang akan dikenakan tergantung dari jenis bisnis, omzet, serta transaksi UMKM selama setahun. PPh yang dikenakanan antara lain :

  • PPh Pasal 15, 19, 22, 23 (transaksi pembelian jasa), 26, dan 29.
  • PPh Pasal 21, untuk penghasilan karyawan.
  • PPh Pasal 4 ayat 2 yang biasa disebut PPh Final atau PPh UMKM.

PPh Final/ UMKM

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 46 Tahun 2013, PPh Final merupakan pajak atas omzet usaha. Nah, PPh UMKM ini berlaku untuk Wajib Pajak yang memiliki penghasilan bruto di bawah Rp 4,8 miliar selama setahun, dan menggaji karyawan kurang dari Rp 32 juta per tahun.

Sedangkan untuk tarif pajak untuk UMKM, sejak 2018 hingga sekarang, dikenakan sebesar 0,5 persen.

Sebagaimana dikutip dari laman Pajak.go.id, tarif Pajak UMKM ini dipicu oleh fakta bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian negara. Untuk itu, pajak ini sekaligus mengurangi beban Pajak UMKM dan diharapkan dapat lebih mampu mengembangkan usahanya.

Adapun cara menghitung Pajak UMKM cukup mudah, Anda hanya cukup mengkalikan penghasilan bruto tiap bulannya dengan tarif pajak sebesar 0,5 persen.

Untuk mempermudah pencatatan keuangan, Anda bisa langsung menghitung pajak dari penghasilan bruto UMKM yang Anda miliki setiap bulannya.

Anda bisa menyetor langsung menggunakan kode billing melalui ATM/EDC, bank persepsi, pos, maupun internet/mobile banking. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan cara dipotong atau dipungut. Namun, sebelumnya Anda harus mengajukan permohonan terlebih dahulu ke KPP untuk mendapatkan Surat Keterangan.

Nah, bagi Anda yang saat ini sedang merintis usaha, dan sedang mencari Virtual Office ataupun Coworking Space dengan harga terjangkau serta lingkungan yang kondusif dan dapat meningkatkan produktifitas tim kerja Anda untuk bekerja secara maksimal, Gapura Office bisa menjadi pilihan yang tepat.

Fasilitas yang ditawarkan di Gapura Office juga sangat beragam, dan tentunya sangat mendukung usaha Anda berkembang. Tidak hanya internet super cepat, namun juga masih banyak fasilitas ekslusif lainnya untuk para member GAPURA.

Jadi, tunggu apa lagi? Dapatkan kantor Virtual Office impian Anda sekarang juga, dan Hubungi Kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap dan konsultasi GRATIS untuk pendirian usaha Anda.