6 Tahap Mendirikan Yayasan di Indonesia

Mendirikan Yayasan Pendirian Yayasan

GAPURA – Yayasan atau Foundation merupakan organisasi berbadan hukum yang bergerak di bidang agama, sosial, serta kemanusiaan. Umumnya, sebuah yayasan dikelola oleh swasta dan bersifat non-profit.

Di Indonesia, yayasan berperan aktif membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai lini kehidupan.

Tentang Pendirian dan Legalitas Yayasan

Bagi Anda yang saat ini berencana ingin mendirikan yayasan, sebaiknya mengetahui secara lengkap tentang dasar-dasar pendirian yayasan dan legalitasnya.

Tidak bisa sembarangan, yayasan resmi harus terlebih dulu memiliki akta notaris, yang kemudian disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia.

Aturan ini termaktub dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan.

Pun karena bersifat non-profit, yayasan tidak memiliki anggota, dalam hal ini pihak-pihak yang berperan sebagai pemilik modal atau saham.

Tahap Mendirikan Yayasan di Indonesia

Secara umum, ada beberapa tahap yang harus dilewati oleh calon pendiri yayasan di Indonesia, yakni :

1. Perumusan nama yayasan

Calon pendiri yayasan perlu menyediakan setidaknya tiga (3) nama untuk yayasan yang akan dibentuknya. Nantinya, nama ini kemudian akan dikaji ulang oleh Kementerian Hukum dan HAM melalui notaris.

Proses ini mungkin akan memakan waktu kurang lebih satu bulan. Jika nama yayasan tersebut telah disetujui, maka Anda bisa lanjut ke tahap berikutnya.

2. Menentukan fokus yayasan

Yayasan wajib memiliki fokus sejak awal didirikan. Apakah akan bergerak di bidang kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, atau yang lainnya, lengkap dengan visi dan misinya.

Bidang fokus dan visi misi ini nantinya akan menjadi acuan penting dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan yayasan ke depannya.

3. Membentuk struktur kepengurusan

Keanggotaan yayasan disebut dengan “organ yayasan”, yang meliputi pembina (Ketua), pengurus, dan pengawas.

Dalam pelaksanaannya, yayasan dikelola sepenuhnya oleh pengurus. Pengurus juga wajib menyerahkan laporan keuangan dan perkembangan yayasan kepada pembina. Adapun pengawas bertugas memberi masukan atau nasihat hukum kepada pengurus tentang kegiatan yayasan.

Lama jabatan pengurus yayasan adalah lima tahun, dan dapat diangkat kembali berdasarkan kesepakatan pembina.

4. Membentuk badan pengawas yayasan

Pengawas yayasan memiliki tugas untuk memberikan masukan atau nasihat kepada pengurus terkait dengan segala pelaksanaan kegiatan yayasan.

Pengawas ditunjuk dan diangkat oleh pembina dengan masa kerja lima tahun. Namun pembina berhak memberhentikan pengawas dengan alasan tertentu kapan saja.

5. Menyusun anggaran dasar

Anggaran Dasar (AD) adalah syarat lain proses pendirian yayasan dan legalitasnya. AD memuat hal-hal seperti nama yayasan, lokasi, visi misi, program kerja yayasan, nilai aset yayasan (harus dipisah dari aset milik pendiri), struktur organisasi, hak dan kewajiban pengurus, tata cara pengangkatan anggota, serta tata cara pembubaran yayasan.

6. Penandatanganan akta notaris

Apabila nama yayasan sudah disetujui (poin pertama), maka notaris akan mengeluarkan akta yang harus ditandatangani oleh pendiri yayasan serta mendapatkan pengesahan dikeluarkan oleh Kemenkum HAM.

Gapura Office.

Mendirikan yayasan dan legalitasnya memang bukanlah proses yang mudah. Anda perlu meluangkan waktu dan tenaga ekstra untuk mengumpulkan berkas-berkas hingga pengajuan nama yayasan ke notaris.

Nah, jika Anda membutuhkan bantuan, serahkan saja kepada tim Gapura Office.

Gapura Office adalah salah satu konsultan penyedia jasa perizinan dan legalitas tepercaya di Indonesia. Dengan proses yang cepat, kami siap membantu Anda yang berencana mendirikan yayasan berbadan hukum dengan tujuan sosial, agama, maupun kemanusiaan.

Jadi, tunggu apa lagi, segera kunjungi website kami di virtualofficeku.co.id atau Hubungi kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap dan konsultasi GRATIS untuk pendirian yayasan Anda. So, start your business right bersama Gapura Office!