
Bisnis lapangan padel diprediksi akan terus booming hingga tahun 2026 dan seterusnya. Banyak investor berlomba-lomba membangun fasilitas ini. Namun, satu hal yang sering diabaikan adalah legalitas konstruksi. Membangun lapangan padel bukan hanya soal memasang rumput sintetis dan kaca; ini adalah pekerjaan konstruksi yang wajib memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
PBG (pengganti IMB) adalah bukti sah bahwa rencana konstruksi Anda telah memenuhi standar teknis keselamatan. Mengingat lapangan padel menggunakan struktur baja berat dan dinding kaca tempered setinggi 3-4 meter, aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam perizinan ini. Artikel ini akan memandu Anda tentang cara membuat izin PBG untuk lapangan padel, memastikan investasi properti Anda aman dan legal.
1. Mengapa Lapangan Padel Wajib Punya PBG?
Mungkin Anda bertanya, “Apakah lapangan terbuka butuh PBG?” Jawabannya adalah Ya.
Struktur Permanen dan Keselamatan
Lapangan padel memiliki fondasi beton, struktur baja, dan dinding kaca yang berat. Pemerintah mengkategorikan ini sebagai bangunan gedung/prasarana yang memerlukan perhitungan struktur (perhitungan beban angin, beban kaca, dll) untuk menjamin keselamatan pemain.
Syarat Utama SLF dan Izin Usaha
PBG adalah syarat mutlak untuk mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Tanpa SLF, Anda tidak bisa mendapatkan izin operasional usaha olahraga secara penuh di OSS RBA.
Menghindari Sanksi Pembongkaran
Membangun tanpa PBG berisiko terkena surat peringatan, denda administratif, hingga perintah pembongkaran paksa oleh Satpol PP atau Dinas Cipta Karya.
Baca Juga: Apakah Perlu Lapangan Padel Diasuransikan?
2. Syarat Dokumen Pengajuan PBG Lapangan Padel
Di tahun 2026, pengajuan PBG dilakukan sepenuhnya secara digital melalui SIMBG (Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung). Dokumen terbagi menjadi dua kategori:
A. Dokumen Data Umum (Administrasi)
Data Pemilik: KTP/KITAS dan NPWP.
Data Tanah: Sertifikat Tanah (SHM/HGB) dan Surat Perjanjian Sewa (jika lahan sewa).
KRK/KKPR: Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (dulu KRK/skj) yang menyatakan lahan tersebut boleh dibangun fasilitas olahraga.
B. Dokumen Data Teknis (Wajib Dibuat Arsitek/Sipil)
Ini adalah bagian tersulit. Anda wajib melampirkan gambar teknik yang ditandatangani tenaga ahli bersertifikat (STRA/SIP):
Gambar Arsitektur: Denah, tampak, potongan, dan rencana tata letak lapangan.
Gambar Struktur: Perhitungan fondasi, detail sambungan baja, dan spesifikasi kaca (sangat penting untuk padel).
Gambar MEP (Mekanikal, Elektrikal, Plambing): Jalur kelistrikan (untuk lampu sorot lapangan) dan sistem drainase air hujan (agar lapangan tidak banjir).
3. Prosedur Langkah-demi-Langkah Mengurus PBG di SIMBG
Berikut adalah alur proses yang harus Anda lalui:
Langkah 1: Pendaftaran Akun SIMBG
Daftar di laman simbg.pu.go.id sebagai pemohon. Pastikan data sesuai dengan KTP/NPWP.
Langkah 2: Pengisian Data & Upload Dokumen
Pilih jenis permohonan (Bangunan Baru). Unggah semua dokumen administrasi dan dokumen teknis (Arsitektur, Struktur, MEP) yang telah disiapkan oleh konsultan perencana Anda.
Langkah 3: Verifikasi & Konsultasi (Sidang TPA)
Dinas terkait akan memeriksa dokumen Anda. Jika bangunan dianggap kompleks (seperti struktur baja padel), Anda mungkin akan diundang dalam sidang Tim Penilai Ahli (TPA) secara online atau offline untuk mempresentasikan keamanan struktur bangunan Anda.
Langkah 4: Penerbitan Retribusi & Pembayaran
Jika teknis disetujui, akan keluar Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD). Anda harus membayar biaya retribusi PBG ke kas daerah. Biaya dihitung berdasarkan luas dan indeks bangunan.
Langkah 5: Penerbitan PBG
Setelah pembayaran dikonfirmasi, dokumen PBG akan terbit secara digital dan dapat diunduh. Anda resmi boleh mulai membangun!
Siap membangun lapangan padel di 2026? Pastikan konstruksi Anda legal dan aman!
Hubungi Gapura Office Sekarang untuk Konsultasi Gratis dan Bantuan Pengurusan PBG Lapangan Padel!
